Sulsel Rehabilitasi Irigasi Bontonyeleng Percepat Distribusi Air
Sulsel Rehabilitasi Irigasi Bontonyeleng Percepat Distribusi Air

Sulsel Rehabilitasi Irigasi Bontonyeleng Percepat Distribusi Air

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memimpin peletakan batu pertama proyek rehabilitasi irigasi di wilayah Bontonyeleng pada Senin (18 Juni 2026). Upaya ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian di daerah tersebut, yang selama ini mengalami kesulitan pasokan akibat kerusakan jaringan irigasi.

Latar Belakang

Daerah Bontonyeleng, yang terletak di Kabupaten Wajo, mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Selama beberapa tahun terakhir, sistem irigasi yang ada mengalami kerusakan pada kanal utama, pompa, dan pintu air, sehingga mengakibatkan penurunan produksi padi dan sayuran.

Ruang Lingkup Proyek

  • Pemulihan 12,5 km kanal irigasi utama.
  • Penggantian 8 unit pompa listrik dengan pompa berdaya tinggi berteknologi hemat energi.
  • Perbaikan 15 pintu air serta pemasangan sistem kontrol otomatis.
  • Pembangunan jaringan distribusi sekunder seluas 20 hektar.

Anggaran dan Jadwal

Proyek ini dibiayai sebesar Rp 145 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR dan kontribusi pemerintah provinsi. Pekerjaan diperkirakan selesai dalam 18 bulan, dengan target akhir pada Desember 2027.

Manfaat yang Diharapkan

  1. Meningkatkan ketersediaan air bagi petani hingga 30%.
  2. Mengurangi biaya operasional irigasi berkat penggunaan pompa efisien.
  3. Mendorong peningkatan hasil panen dan pendapatan petani.
  4. Memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pada curah hujan.

Pernyataan Gubernur

Andi Sudirman Sulaiman menyatakan, “Rehabilitasi irigasi Bontonyeleng merupakan bagian penting dari program percepatan pembangunan infrastruktur pertanian di Sulawesi Selatan. Kami berharap proyek ini dapat memberikan solusi jangka panjang bagi para petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.”

Pelaksanaan proyek akan diawasi secara ketat oleh Tim Koordinasi Pembangunan Irigasi Provinsi, yang melibatkan dinas terkait serta perwakilan masyarakat setempat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.