TRC PPA Ingatkan Risiko Besar Hak Asuh Anak yang Salah Putus
TRC PPA Ingatkan Risiko Besar Hak Asuh Anak yang Salah Putus

TRC PPA Ingatkan Risiko Besar Hak Asuh Anak yang Salah Putus

Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) menegaskan bahwa hak asuh anak harus diarahkan untuk melindungi masa depan dan kesejahteraan mereka. Baru-baru ini Tim Relawan Cinta (TRC) PPA mengingatkan publik akan bahaya yang timbul apabila keputusan hak asuh diambil secara tidak tepat.

  • Trauma mental: Anak yang berada dalam situasi pertikaian hak asuh sering mengalami kecemasan, depresi, dan rasa tidak aman.
  • Gangguan pendidikan: Perpindahan rumah yang sering atau ketidakstabilan lingkungan dapat menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar.
  • Konflik keluarga: Perselisihan berkepanjangan meningkatkan risiko kekerasan verbal maupun fisik di sekitar anak.

Untuk menghindari risiko tersebut, TRC PPA menekankan pentingnya prinsip best interest of the child (kepentingan terbaik anak). Keputusan harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor berikut:

Faktor Penjelasan
Kesehatan mental anak Apakah lingkungan baru dapat mendukung stabilitas emosional?
Kebutuhan pendidikan Apakah anak dapat melanjutkan pendidikan tanpa gangguan?
Hubungan dengan orang tua Sejauh mana kedekatan emosional dapat dipertahankan?
Kondisi ekonomi Apakah kebutuhan dasar dan fasilitas dapat dipenuhi?

TRC PPA mengajak semua pihak, termasuk lembaga peradilan, pengacara, dan masyarakat, untuk memperhatikan aspek-aspek tersebut secara objektif. Hanya dengan pendekatan yang berbasis data dan empati, hak asuh dapat menjadi sarana melindungi masa depan anak, bukan sumber permasalahan.

Dengan menegakkan standar hak asuh yang tepat, diharapkan anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, stabil, dan mendukung potensi mereka secara optimal.