Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi pembakaran yang menewaskan tiga orang santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan luas di masyarakat serta menuntut penanganan hukum yang cepat dan transparan.
Sari Yuliati menegaskan bahwa kasus ini harus diselidiki secara tuntas, mulai dari identifikasi pelaku hingga motif di balik tindakan tersebut. Ia menambahkan bahwa DPR akan terus memantau proses penyelidikan dan menuntut agar aparat penegak hukum memberikan laporan secara berkala.
- Pengusutan harus melibatkan tim forensik independen.
- Identitas dan latar belakang semua saksi perlu didokumentasikan secara lengkap.
- Jika terbukti ada unsur kebencian atau diskriminasi, pelaku harus dijerat dengan pasal yang sesuai.
- Keluarga korban berhak mendapatkan kompensasi yang layak dan pendampingan psikologis.
Selain menuntut keadilan bagi korban, Sari Yuliati juga menyerukan peningkatan keamanan di lingkungan pesantren, terutama di daerah rawan konflik. Ia mengingatkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pernyataan ini mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, LSM hak asasi manusia, dan warga Lombok yang mengharapkan agar kasus ini menjadi contoh penegakan hukum yang tegas.
Jika proses penyelidikan menunjukkan adanya keterlibatan pihak tertentu, Sari Yuliati menegaskan DPR siap mengajukan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat dalam melindungi anak-anak dan santri dari ancaman kekerasan.
Kasus ini masih terus berkembang, dan publik menantikan hasil akhir penyelidikan yang diharapkan dapat memberikan keadilan serta mencegah terulangnya tragedi serupa.




