Wamendukbangga: Kolaborasi ayah-ibu kunci utama ketahanan keluarga
Wamendukbangga: Kolaborasi ayah-ibu kunci utama ketahanan keluarga

Wamendukbangga: Kolaborasi ayah-ibu kunci utama ketahanan keluarga

Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa sinergi peran ayah dan ibu menjadi faktor utama dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial‑ekonomi saat ini. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri perwakilan lembaga kependudukan, tokoh masyarakat, dan praktisi keluarga, Ratu Ayu menekankan pentingnya pola asuh yang inklusif, komunikasi terbuka, serta pembagian tanggung jawab yang adil antara kedua orang tua.

Peran Ayah dan Ibu dalam Keluarga

  • Ayah: Menjadi panutan dalam hal disiplin, memberikan dukungan emosional, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sehari‑hari anak.
  • Ibu: Mengelola aspek pengasuhan, pendidikan, dan kesehatan anak, sekaligus berkontribusi dalam keputusan finansial keluarga.
  • Kolaborasi: Kedua orang tua harus menyepakati visi bersama, menyusun jadwal kegiatan, dan mengatasi konflik melalui dialog konstruktif.

Strategi Pemerintah untuk Meningkatkan Kolaborasi

Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk mendorong partisipasi ayah dalam pengasuhan dan memperkuat peran ibu. Berikut beberapa program utama:

  • Pelatihan Father Involvement yang diselenggarakan di balai desa dan puskesmas.
  • Kampanye “Ayah Peduli” yang menargetkan peningkatan keterlibatan ayah dalam kunjungan posyandu.
  • Pemberian insentif bagi pasangan yang mengikuti kelas keterampilan keuangan keluarga.
  • Peningkatan akses layanan konseling keluarga di unit pelayanan terpadu.

Data Partisipasi Ayah dalam Pengasuhan (2023)

Provinsi Persentase Ayah yang Aktif di Posyandu (%)
Jawa Barat 42
Jawa Tengah 38
DKI Jakarta 45
Sumatera Utara 35

Data tersebut menunjukkan peningkatan partisipasi ayah dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih terdapat kesenjangan antar wilayah. Ratu Ayu mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus mendorong kebijakan yang mempermudah ayah berperan aktif, termasuk fleksibilitas jam kerja dan program cuti ayah.

Dengan kolaborasi yang kuat antara ayah dan ibu, keluarga dapat menjadi unit yang resilient, mampu mengatasi tekanan ekonomi, perubahan sosial, dan tantangan generasi digital. Pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi lingkungan yang mendukung peran ganda orang tua demi tercapainya kesejahteraan nasional.