Frankenstein45.Com – 07 Juli 2026 | Dalam rangka memperingati event Rupiah Borobudur Playon 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mencintai mata uang rupiah dan mendukung perkembangan ekonomi lokal.
Event yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini diikuti oleh sekitar 4.000 pelari, terbagi menjadi dua kategori, yaitu 5K dan 10K. Ahmad Luthfi mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk berbagi dan mencintai rupiah sebagai identitas bangsa.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyatakan bahwa Rupiah Borobudur Playon 2026 bertujuan untuk menggalang dana bagi program pengelolaan sampah di desa-desa sekitar Borobudur. Dari total dana pendaftaran peserta yang mencapai lebih dari Rp600 juta, seluruhnya akan didonasikan untuk sepuluh desa yang membutuhkan perhatian dalam pengelolaan lingkungan.
“Dengan kegiatan ini, masyarakat dididik untuk cinta rupiah,” ungkap Luthfi. Ia menambahkan bahwa event lari ini merupakan sarana yang tepat untuk sosialisasi dan edukasi mengenai nilai dan fungsi rupiah di tengah masyarakat.
Event ini semakin meriah dengan antusiasme yang signifikan dari masyarakat. Jumlah peserta meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya melibatkan 2.000 pelari. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil menarik minat publik dan menyebarkan pesan positif tentang cinta rupiah.
Gubernur Luthfi juga menekankan pentingnya sport tourism dalam meningkatkan perekonomian daerah. Ia mendorong bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk mencari dan mengembangkan potensi lokasi-lokasi menarik yang dapat dijadikan destinasi sport tourism, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor UMKM dan ekonomi lokal.
Di area acara, terdapat 53 booth UMKM yang menampilkan beragam produk, terutama di sektor makanan dan minuman, sebagai upaya untuk memberdayakan pelaku usaha lokal. Kehadiran UMKM di event ini sejalan dengan tujuan untuk memperkuat ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja.
“Dengan menarik banyak pengunjung, RBP secara langsung berkontribusi pada peningkatan konsumsi dan perputaran ekonomi lokal,” kata Sumarno, Sekretaris Daerah Jawa Tengah. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai strategi penting dalam pembangunan ekonomi.
Secara keseluruhan, Rupiah Borobudur Playon 2026 berhasil menggabungkan unsur olahraga, sosial, dan ekonomi dengan baik, menjadikannya sebagai ajang yang tidak hanya menyehatkan fisik tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.




