Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Ekspor minyak mentah Iran ke China mengalami penurunan drastis sebesar 80 persen, mencatat level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya tekanan dari pemerintah Amerika Serikat yang memperketat sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China yang terlibat dalam perdagangan minyak Iran.
Sejak awal tahun, Departemen Keuangan AS menambahkan sejumlah entitas China ke dalam daftar hitam, menutup akses mereka ke sistem keuangan internasional. Langkah ini bertujuan menghentikan aliran dana yang mendukung pembiayaan produksi minyak Tehran.
Akibat sanksi tersebut, pembeli China menunda atau membatalkan kontrak impor, memaksa Iran mencari pasar alternatif yang terbatas. Dampak langsung terlihat pada volume ekspor yang turun tajam, sementara harga minyak mentah global mengalami fluktuasi.
- Penurunan ekspor Iran ke China: -80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Sanksi AS menargetkan lebih dari 20 perusahaan logistik dan energi China.
- Iran diperkirakan akan meningkatkan penjualan ke pasar India dan Turki, namun kapasitas belum dapat menutupi kekosongan.
Para analis memperkirakan tekanan sanksi ini akan terus menahan pertumbuhan ekspor Iran hingga akhir tahun, kecuali ada perubahan kebijakan diplomatik atau penemuan jalur perdagangan baru.




