BKKBN Tekankan Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak pada Harganas ke-33
BKKBN Tekankan Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak pada Harganas ke-33

BKKBN Tekankan Peran Ayah dalam Pembentukan Karakter Anak pada Harganas ke-33

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Memasuki Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-33 pada tahun 2026, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar upacara tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sambutannya, BKKBN menyoroti peran krusial ayah dalam proses pembentukan karakter anak. Menurut pihak BKKBN, kehadiran ayah yang aktif, penuh perhatian, dan konsisten dapat menumbuhkan nilai‑nilai moral, disiplin, serta rasa tanggung jawab pada generasi muda.

Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:

  • Kehadiran emosional: Ayah yang meluangkan waktu berkualitas bersama anak dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri si anak.
  • Contoh perilaku: Anak cenderung meniru sikap dan kebiasaan ayah, baik dalam hal kerja keras, kejujuran, maupun sikap sosial.
  • Pendidikan nilai: Diskusi tentang etika, toleransi, dan kebangsaan lebih efektif bila melibatkan ayah sebagai figur otoritatif.

Selain itu, BKKBN mengusulkan beberapa langkah praktis bagi ayah untuk mengoptimalkan peran mereka:

  1. Menyisihkan waktu rutin (misalnya satu jam setiap hari) untuk berinteraksi langsung dengan anak, seperti bermain, membaca, atau mengerjakan tugas bersama.
  2. Menjadi pendengar aktif, memberi ruang bagi anak mengungkapkan perasaan dan pendapat tanpa takut dihakimi.
  3. Mengajarkan keterampilan hidup, seperti mengelola keuangan sederhana, kebersihan diri, dan etika kerja.
  4. Mendorong partisipasi anak dalam kegiatan sosial atau komunitas keluarga untuk memperluas wawasan dan rasa empati.

Data internal BKKBN menunjukkan bahwa anak-anak yang melaporkan tingkat keterlibatan ayah yang tinggi cenderung memiliki prestasi akademik lebih baik dan tingkat perilaku anti‑sosial yang lebih rendah. Hal ini memperkuat argumen bahwa investasi pada peran ayah merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM bangsa.

Dengan menempatkan peran ayah sebagai kunci pembentukan karakter, BKKBN berharap Harganas 2026 tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, melainkan juga pendorong perubahan budaya keluarga yang lebih inklusif dan progresif.