Nanik S. Deyang Resmi Dipilih Jadi Kepala BGN, Menkomdigi Meutya Yakin Prabowo Pertimbangkan Pengalaman dan Rekam Jejak
Nanik S. Deyang Resmi Dipilih Jadi Kepala BGN, Menkomdigi Meutya Yakin Prabowo Pertimbangkan Pengalaman dan Rekam Jejak

Nanik S. Deyang Resmi Dipilih Jadi Kepala BGN, Menkomdigi Meutya Yakin Prabowo Pertimbangkan Pengalaman dan Rekam Jejak

Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Joko Widodo mengumumkan pada Kamis (26/06/2023) penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan tersebut menandai langkah penting dalam upaya pemerintah memperkuat kebijakan gizi nasional, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diintensifkan.

Nanik S. Deyang, seorang profesional dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang gizi dan kesehatan masyarakat, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Program Gizi pada Kementerian Kesehatan. Ia dikenal karena keberhasilannya dalam mengelola program suplementasi gizi dan meningkatkan cakupan layanan gizi di daerah terpencil.

Menkomunikasi Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut baik penunjukan tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, Meutya menekankan bahwa kepercayaan Presiden Prabowo Subianto terhadap pengalaman dan rekam jejak Nanik menjadi faktor utama.

  • “Kami yakin Nanik akan mampu mengoptimalkan implementasi MBG serta meningkatkan sinergi antara kementerian terkait,” ujar Meutya.
  • “Pengalaman lapangan dan jaringan kerja yang luas menjadi nilai tambah bagi BGN dalam menghadapi tantangan gizi di era digital.”

Prabowo Subianto, yang kini memimpin pemerintahan, dikabarkan mempertimbangkan faktor teknis dan rekam jejak profesional dalam mengisi posisi strategis. Penunjukan Nanik mencerminkan fokus pemerintah pada kebijakan berbasis data dan keberlanjutan program gizi.

Program Makan Bergizi Gratis, yang menargetkan anak-anak sekolah dan keluarga rentan, diharapkan dapat memperluas jangkauannya berkat kepemimpinan baru. BGN berencana mengintegrasikan teknologi digital untuk memantau distribusi makanan bergizi, memperbaiki akurasi data, dan meningkatkan transparansi.

Para pengamat politik menilai bahwa langkah ini memperkuat citra pemerintah sebagai pihak yang menempatkan kompetensi teknis di atas pertimbangan politik semata. Jika berhasil, kebijakan gizi nasional dapat menjadi contoh bagi sektor‑sektor lain dalam mengedepankan meritokrasi.