Frankenstein45.Com – 22 Mei 2026 | Tim gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini tengah melaksanakan operasi evakuasi jenazah para pendulang emas yang menjadi korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata di Kampung Kawe, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Insiden bermula pada Minggu malam ketika sekelompok pendulang yang tengah menambang di wilayah tersebut diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal. Serangan tersebut menewaskan minimal lima orang dan melukai beberapa lainnya. Karena kondisi keamanan yang belum stabil, proses penanganan jenazah mengalami penundaan.
Berikut langkah‑langkah yang diambil oleh TNI dan Polri dalam rangka evakuasi jenazah:
- Pengamanan zona: Pasukan dikerahkan untuk mengamankan area tambang dan jalur evakuasi, mencegah potensi serangan lanjutan.
- Identifikasi jenazah: Tim forensik melakukan identifikasi menggunakan dokumen pribadi serta pemeriksaan fisik untuk memastikan keakuratan data korban.
- Pengangkutan: Jenazah dipindahkan dengan kendaraan medis khusus ke posko terdekat, kemudian dilanjutkan ke rumah sakit militer untuk proses otopsi dan penyimpanan sementara.
- Penyerahan kepada keluarga: Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan secara resmi kepada keluarga korban dengan pendampingan petugas sosial.
Komandan Pasukan TNI di wilayah tersebut menyatakan, “Prioritas kami adalah menghormati para pendulang yang tewas serta memastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat. Kami juga berkoordinasi erat dengan Polri untuk mengamankan daerah sekitar agar tidak terjadi insiden serupa.”
Polri menambahkan bahwa penyelidikan atas pelaku serangan masih terus berlangsung, dengan fokus pada penangkapan anggota kelompok kriminal bersenjata yang terlibat. Sementara itu, pemerintah daerah telah mengirimkan tim bantuan sosial untuk membantu keluarga korban yang kehilangan mata pencaharian.
Operasi evakuasi diperkirakan selesai dalam dua hari ke depan, tergantung pada kondisi keamanan dan cuaca. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada keluarga korban serta menegaskan komitmen negara dalam melindungi warga yang bekerja di sektor pertambangan informal.




