Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Vaksin human papillomavirus (HPV) kini direkomendasikan tidak hanya untuk perempuan tetapi juga untuk laki‑laki, sebagai strategi utama dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker yang dipicu oleh virus ini.
Prof. Hartono Gunardi, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan bahwa pemberian vaksin HPV pada anak usia dini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Menurutnya, imunisasi ini harus menjadi bagian integral dari program kesehatan anak di seluruh Indonesia.
HPV diketahui menjadi penyebab hampir semua kasus kanker serviks pada perempuan, serta kanker anus, penis, dan orofaring pada kedua jenis kelamin. Dengan menargetkan vaksinasi pada kedua gender, potensi penurunan angka kejadian kanker dapat meningkat secara drastis.
Jadwal vaksinasi yang direkomendasikan meliputi:
- Dosis pertama pada usia 9‑14 tahun.
- Dosis kedua 6‑12 bulan setelah dosis pertama.
- Dosis ketiga (opsional) bagi mereka yang berusia 15‑26 tahun atau yang belum menerima dua dosis sebelumnya.
Beberapa tantangan masih menghambat pelaksanaan program, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksin HPV, biaya yang masih menjadi pertimbangan bagi sebagian keluarga, serta keterbatasan pasokan di daerah terpencil.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersama IDAI berupaya memperluas jangkauan vaksin dengan menyediakan suntikan gratis di puskesmas dan rumah sakit daerah. Selain itu, kampanye edukasi massal digencarkan untuk menekankan manfaat jangka panjang vaksinasi bagi kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker.
Orang tua diimbau untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan setempat mengenai jadwal vaksinasi anak dan remaja, serta memastikan kedua gender mendapatkan perlindungan yang sama. Langkah preventif ini diharapkan dapat menurunkan beban kanker di Indonesia secara signifikan dalam dekade mendatang.




