Frankenstein45.Com – 02 Juli 2026 | Jakarta, Republika.co.id – Pemerintah menanggapi kematian tragis Elianus Egimbau (20), seorang pendeta Gereja Kristen Injili (GKI) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, dengan meminta peran aktif TNI dan Polri dalam mengendalikan personel yang terlibat. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban harus dipulihkan secepatnya untuk mencegah eskalasi konflik.
Menteri HAM menyampaikan beberapa langkah konkret yang harus dilaksanakan oleh TNI dan Polri:
- Melakukan penertiban dan pengamanan wilayah Intan Jaya secara menyeluruh.
- Mengidentifikasi serta menindak personel yang terlibat dalam tindakan kekerasan atau pelanggaran hak asasi.
- Mengoptimalkan kerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat setempat untuk meredam potensi konflik.
- Memberikan bantuan psikologis dan materi kepada keluarga korban.
Selain itu, kementerian menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan. Semua temuan harus dipublikasikan secara berkala agar publik dapat memantau perkembangan kasus.
Reaksi masyarakat luas juga menguatkan tuntutan agar aparat keamanan bertindak tegas. Kelompok-kelompok keagamaan, organisasi HAM, dan warga setempat menuntut keadilan serta penegakan hukum yang adil tanpa diskriminasi.
Pemerintah berharap dengan langkah-langkah ini, situasi di Papua Tengah dapat kembali stabil, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan meningkat.




